Desa Poncosari

Desa Poncosari terletak di bagian barat daya Kabupaten Bantul dan masuk dalam wilayah Kecamatan Srandakan. Sebelah barat berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulon Progo, dan bagian selatan dengan Samudera Hindia. Kecamatan Sanden menjadi batas wilayah sebelah timur, dan Desa Trimurti di sebelah utara.

Mata pencaharian penduduk Poncosari pada umumnya adalah petani, karena sebagian besar wilayah masih merupakan areal pertanian. Sebagian penduduk di pinggiran Kali Progo, di sebelah barat, menggantungkan hidupnya sebagai penambang pasir.

Desa Poncosari dipimpin oleh seorang lurah dengan masa jabatan 5 tahun dan membawahi 24 pedukuhan (dusun). Setiap pedukuhan dipimpin oleh dukuh dan membawahi beberapa rukun tetangga. Sebelumnya, wilayah ini juga dibagi dalam 55 Rukun Warga, namun secara administrasi sudah dihapus.

Bagian selatan Desa Poncosari merupakan wilayah pesisir pantai sepanjang 3 Km. Warga pedukuhan paling dekat dengan wilayah pantai, seperti Ngentak, Kuwaru, Karang, dan Cangkring mendominasi pemanfaatan sumber daya pesisir. Selain nelayan, pemanfaatan lahan pesisir sebagai lahan pertanian sudah mulai dikembangkan. Walaupun sejak beberapa puluh tahun yang lalu juga sudah ada, namun pemanfaatan lahannya masih terbatas.

Dalam bidang perikanan, masyarakat sekitar pantai sebagian besar bergantung pada pekerjaannya sebagai nelayan. Umumnya masih menggunakan jaring konvensional. Namun secara jumlah, banyak warga nelayan sekarang jauh berkurang. Selain pertanian, lahan pantai juga banyak dimanfaatkan warga sebagai lahan peternakan. Mulai dari sapi, kerbau, dan sapi. Namun seiring waktu, jumlahnya kini juga tidak seberapa banyak, terutama di wilayah pesisir pantai Kuwaru dan Ngentak. Mereka kini lebih menikmati dikembangkannya wisata pantai di kedua wilayah tersebut.

Poncosari memiliki beberapa potensi wisata. Salah satunya yaitu wisata pantai, yang sebenarnya telah menjadi primadona sejak dulu. Satu yang paling terkenal beberapa tahun lalu yaitu pantai Pandansimo. Selain wisata bahari, pantai Pandansimo juga menyimpan wisata magis dan sering digunakan masyarakat untuk ritual. Bahkan acara Labuhan Kraton sering digelar di sini. Banyak tempat sakral di area ini sebelum abrasi menggusur beberapa sarana vital. Kini beberapa pantai lain sudah dibuka sebagai obyek wisata, yaitu pantai Kuwaru dan pantai Baru Pandansimo. Wisata bahari masih menjadi prioritas, dengan didukung fasilitas hiburan lain.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>